Nama: abubakar ena E-Mail: abu822002@yahoo.com Saya asal dari papua dan saya 22 [ p ]. Saya Jurusan komputerisasi akuntansi Semester 6 Fakultas - Kampus saya: stmik akakom yogyakarta Di daerah: yogyakarta Propinsi: D.I .Y.yogyakarta Homepage Kampus: http://www.akakom.ac.id Saran: saran saya, tentang besiswa ini sebaik nya di berikan kepada mahasiswa yang orang tua nya kurang mampu, sebab ini merupakan suatu ide yang bagus, memberikan beasiswa kepada mahasiswa kurang mampu itu tujuan nya untuk mahasiswa tersebut,akan bermotivasi melanjutkan studi nya. terimah kasih itulah sedikit saran dari saya semoga bermanfaat, abubakar ena Tanggal: 2 juni 2004
|
Nama: Priyo setioko (TIO) E-Mail: Chmod@plasa.com Saya asal dari Kalimantan Barat(Ponticity) dan saya 20 [ L ]. Saya Jurusan Manajemen Informatika Semester 4 Fakultas Kampus saya: STMIK AKAKOM Di daerah: Jogjakarta Propinsi: D I Jogjakarta Homepage Kampus: http://www.akakom.ac.id Saran: Assalamu'alaikum WR.WB.,
Buat budak-budak pontianak, MARILAH KITA SAMA-SAMA MEMBANGUN KOTA KITA TERCINTA DENGAN BELAJAR SUNGGUH-SUNGGUH DAN KEMBANGKANLAH POTENSINYA. BANGUNLAH KOTA KITA AGAR SEPERTI JAKARTA. KITAK JANGAN NAK TIDOK JAK TEROS, YE, NANTEK KITAK NYESAL, BANYAK TIDOK MATE SEMBAB, BILE AGEK LAH PONTIANAK BISE MACAM JAKARTA,KALO KITAK PADE TIDOK,MERACAU,NGAYAL E..EEH.., NTAH APE JAK NAME BENDE TU, Salam Lekom Tanggal: 05/06/2004
|
Nama: wahid z E-Mail: wahidiz@telkom.net Saya asal dari D.I yogyakarta dan saya 22 [ p ]. Saya Jurusan fisika Semester 7 Fakultas mipa Kampus saya: universitas ahmad dahlan Di daerah: yogya Propinsi: diy Homepage Kampus: http://www.uad.ac.id Saran: Saya saat ini melihat pergeseran tujuan pendidikan/belajar mahasiswa masa sekarang dengan masa sekarang (dilihat dari sisi negatif yang tentu lebih banyak) yaitu pergeseran cita-cita. saat dahulu kala cita-cita seorang pelajar lebih kepada cita-cita yang dituju harus melalui sekolah/pendidikan formal contohnya dokter, polisi, tentara, insinyur dan lain sebagainya.
sehingga nampak bahwa negara kita sempat menjadi negara yang maju pendidikannya (dilihat dari banyaknya mahasiswa malaysia yang belajar di Indonesia). Namun saat ini kita melihat cita -cita anak bangsa yang jauh dari cita-cita yang tidak harus melalui pendidikan formal cont: penyanyi, artis, (dapat dilalui dengan cepat spt afi, indonesia idol dll) an lain sebagainya yang memperlihatkan keinginan mereka untuk terkenal di seluruh dunia. inilah masalahnya!!!!.
saya ingin melihat anak indonesia menjadi orang yang haus akan ilmu bukannya haus akan ketenaran yang bila dilihat dari kaca mata agama ketenaran hanyalah hawa nafsu sedangkan orang yang berilmu akan diangkat derajatnya lebih tinggi dihadapan Tuhan. saya hanya bisa nberharap (saatini_) agar anak indonesia bisa menguasai ilmu, karena bisa kita lihat di dunia luar ilmu adalah kunci keberhasilan suatu bangsa. bisakah kita membuatnya??? Tanggal: 11/08/2004
|
Nama: sri adi widodo E-Mail: sa_dewa@telkom.net Saya asal dari jawa tengah dan saya 21 [ p ]. Saya Jurusan matematika dan IPA Semester 6 Fakultas fak. keguruan dan ilmu pendidikan Kampus saya: universitas sarjanawiyata tamansiswa, yogyakarta Di daerah: yogyakarta Propinsi: D.I Yogyakarta Homepage Kampus: http:// Saran: pendidikan merupakan aspek pertama dan yang utama untuk kemajuan bangsa. tetapi akhir-akhir ini pemerintah kurang memperhatikan aspek pendidikan alhasil banyak gedung-gedung pendidikan (sekolah) yang terbengkelai seperti di daerah kabupaten blora harus roboh diterjang tiupan angin dan sampai sekarang belum diperbaiki (sudah 1 tahun), belum lagi di kota mataram seorang guru harus mengajar siswa yang berada 2 sampai 4 kelas karena daerah tersebut kekurangan guru. kampus UST pun sama saja tenaga pendidik yang kurang bermutu sehingga mengakibatkan kualitas pendidikan di Tamansiswa kusunya UST kurang mendapat respon dari masyarakat, padahal Tamansiswa sebagai organisasi pendidikan tertua di indonesia.
saat ini sudah saatnya pemerintah indonesia (pada umumnya) harus lebih memperhatikan dunia pendidikan dengan memberikan anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN dan APBD diluar biaya tunjangan guru. tidak hanya itu memang pemerintah harusnya juga memperhatikan rekomendasi-rekomendasi yang telah diperhatikan untuk kemajuan pendidikan seperti yang telah diberikan lewat PELAYARAN KEBANGSAAN IV, FORUM BEM SE-INDONESIA, dan lainnya.
untuk UST, dana memang merupakan aspek yang pertama untuk menentukan kemajuan dan kualitas tenaga pengajar tetapi apakah hal tersebut menjamin ternyata tidak, kondisi perpustakaan yang minim buku, dosen yang sebagian besar lulusan S1 sangat ironis mengajar kami yang mau menjadi sarjana S1 juga.
tingkatkan lah kondisi perpustakaan, tenaga pengajar yang berkualitas.
semoga ust ke depan mampu berkompetisi dengan PTS di seluruh indonesia Tanggal: 12/08/2004
|