Nama: RM Prasojo E-Mail: RM_PRASOJO@HOTMAIL.COM Saya
asal dari SUMATERA UTARA dan saya 22 [ p
]. Saya Jurusan DOKTER Semester 8 Fakultas
KEDOKTERAN Kampus saya: UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Di
daerah: MEDAN Propinsi: SUMUT Homepage
Kampus: http://WWW.USU.AC.ID Saran: Saya
sangat senang sekali adanya homepage homepage yang
CARE dengan pendidikan di tanah air kita ini. Memang
situasi pendidikan di tanah air kita sedang dalam
situasi 'DISADVANTAGE' , namun hal ini tidak akan
terpecahkan kalau kita hanya duduk duduk dan
ribut ribut mengenai situasi yang ada. Menurut saya (
pribadi ) situasi pendidikan kita sekarang ini
COREnya bukan pada material pelajaran yang ada
namun pada situasi belajar di sekolah itu. Saya
melihat situasi belajar di Indonesia begitu sangat
mementingkan nilai daripada kemampuan yang
berakibat pada praktek praktek kecurangan yang kerap kali kita lihat di berbagai
ujian baik lokal ( di sekolah/ perguruan tinggi )
maupun di nasional ( umptn ).
Permasalahan yang paling runyam sebenarnya adalah OVERVALUED ideas
dari guru guru kita. Guru guru kita modelnya tidak
berobah walau sudah 30 tahunan lebih indonesia
memiliki sistim pendidikan yang AGAK standarized,
mereka tetap merasa kalo MY OPINION WILL GO
THROUGH ALL CASES, maksudnya mereka selalu menjudge si
murid dari bagaimana si anak dapat mengapply
secara kaku ilmu yang diajarkannya pada ujian ujian
yang diberikannya. Ini pengalaman saya saat saya
masih di SMP, waktu di SMP kelas 1 sampai kelas 2
saya selalu juara kelas dan 10 besar umum di
sekolah saya, namun waktu kelas 3 saya jatuh, saya
tidak lagi juara kelas sebab banyak teman teman
saya yang less pada guru yang bersangkutan sehingga
mereka mengetahui soal soal yang akan ditanyakan
pada ujian sedangkan saya tidak, akibatnya mereka
dalam ujian ujian bahkan dapat menscore hingga
100 ( perfect ) yang pada saat itu 90 sudah cukup baik
nilainya, buktinya waktu EBTANAS saya kembali dapat
nilai tertinggi di kelas saya dan masuk juara ke
2 di sekolah saya. Jadi dari pandangan saya,
temen temen saya yang less sama guru guru sekolah ,
mereka mereka itu sebenarnya tidak MENIKMATI ilmu
namun mereka MEMAKSAKAN ilmu agar dapat
memberikan nilai tinggi bagi mereka.
Hal seperti ini kembali saya lihat di fakultas fakultas, BANYAK
mahasiswa yang sebenarnya pandai, namun mereka tidak
dapat selalu menjawab STICK TO THE theory selalu
failed dalam mengikuti ujian misalkan banyak temen
temen saya memiliki analogi baik mengenai
pelajaran anatomi namun pada ujian anatomi sebenarnya
malahan yang jago hafal mati mendapat score lebih
baik, sebab mereka mereka seperti dapat menelan
buku bulat bulat. Memang hafalan mati bagus juga
untuk melewati ujian, namun, apalagi sebagai
dokter, apabila semua ilmu dihafalkan tanpa suatu
analogi yang berjalan, mungkin anda akan sulit
berkembang. Hal ini juga yang mungkin membedakan kita dengan
dokter dokter di negara maju seperti AMerika.
Tanggal: 5/07/2002
|